Kudus, SalokuNews.  Gerakan kepramukaan memberikan dukungan terhadap Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia tentang swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional. Karena swasembada pangan bukan semata persoalan tanam menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya. Demikian sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso yang dibacakan Maimunah, S.Kom pada upacara peringatan hari Pramuka ke-65 di SMA Negeri 1 Jekulo, Jumat (14/8/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara, Maimunah, S. Kom, pengampu mapel TI yang juga salah satu pembina Pramuka Ambalan Brotoseno – Larasati SMA Negeri 1 Jekulo.   Peringatan Hari Pramuka ke-65   yang  bertema  Berkreasi, berinovasi, terampil dan mandiri untuk mendukung swasembada pangan di SMA Negeri 1 Jekulo dihadiri seluruh warga Saloku.  Semua wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh murid kelas X-XII sudah berjajar rapi mengikuti upacara tersebut.

Upacara berlangsung hikmat dan lancar berkat kesiapan kesiapan tim Pramuka Ambalan Brotoseno – Larasati SMA Negeri 1 Jekulo yang menjalankan tugasnya dengan baik. Lagu Rukun Sama Teman yang dinyanyikan Paduan Suara murid Saloku dengan gembira ikut memeriahkan upacara tersebut.

Saat ini lanjut Maimunah, pendidikan kepramukaan berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda. Proses pendidikan kepramukaan terus berkembang dari sebuah learning by doing menjadi learning, creating, and solving yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata.

Gerakan Pramuka papar Maimunah, merupakan sebuah perjalanan yang cukup panjang dengan dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat.  Dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan pemimpin-pemimpin, para pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, relawan kemanusiaan, hingga berbagai profesi lainnya yang telah mengabdikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka telah terbukti mampu untuk membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Oleh sebab itu, peringatan hari Pramuka bukan hanya sekadar upacara seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk dapat memperkuat  komitmen  bersama  dalam  membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia emas yang semakin maju, berdaulat, dan bermartabat serta sejahtera.

Apalagi tantangan generasi muda hari ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, serta perubahan dunia kerja. Pada saat yang sama, generasi muda juga berhadapan dengan persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, dan menurunnya kepedulian sosial.

Untuk itu gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi mudanya menghadapi perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan.

Teknologi menjadi peluang untuk memperluas kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan tersebut akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberikan arah. Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar. Sementara karakter memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan.

Dengan demikian gerakan Pramuka dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,  generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian untuk bangsa dan negara.