Kudus, SalokuNews. Dalam kehidupan sehari-hari, kita penting menjaga lisan karena ucapan mencerminkan kepribadian dari isi hati dan pikiran manusia. Baik buruknya lisan atau ucapan merupakan cerminan dari isi hati dan pikiran manusia. ”Jika kita terbiasa berkata baik, santun, orang akan menilai kita sebagai pribadi yangng baik. Begitu pula sebaliknya, jika terbiasa berkata kasar, tidak sopan, tentu orang lain akan menilai kita sebagai pribadi yang kurang baik,” ujar Tri Rahayu, S.Pd Pembina Upacara Bendera Senin (27/7/2026) di SMA Negeri 1 Jekulo.
Menurut Tri Rahayu, lisan adalah ucapan yang keluar dari mulut manusa. Sebagai salah satu anugerah dari Tuhan kepada manusia, maka lisan harus selalu dijaga kapan pun dan dimana pun.
Pentingnya menjaga lisan sesuai dengan peribahasa Jawa ”Ajining dhiri saka lathi. Ajining raga saka busana. Artinya harga diri dan kehormatan seseorang ditentukan ucapan atau lisan dan pakaian (penampilan fisik) yang dikenakan.
Pengampu mata pelajaran Bahasa Jawa ini juga menjelaskan pentingnya menjaga lisan agar terhindar dari konflik ataupun pertikaian. Banyak pertikaian di masyarakat yang terjadi lantaran mereka tidak bisa menjaga lisannya. Beberapa faktor seperti mengejek teman, menyinggung perasaan teman, mem-bully secara verbal, menfitnah ataupun yang lain merupakan contoh tidak dapat menjaga lisannya yang menyebabkan terjadinya konflik. ”Jelas ini bisa menimbulkan konflik. Sehingga hidup tidak nyaman, tidak aman,” kata Tri Rahayu.
Alasan lain pentingnya menjaga lisan karena akan mendapatkan kasih sayang dari orang banyak terutama orang tua. ”Percaya atau tidak, orang tua akan sayang dan bangga jika memiliki anak yang berkata santun daripada anak yang berkata kasar,” jelas Tri Rahayu.
Karena itu Tri Rahayu berpesan kepada murid-murid SMA Negeri 1 Jekulo untuk bisa memberikan kebanggan kepada orang tuanya dengan menerapkan adab sopan santun. ”Jika kalian belum bisa membanggakan orang tua dengan prestasi akademik, buat banggalah orang tuamu dengan akhlakmu. Buatlah bangga orang tuamu dengan adab sopan santunmu. Yakinlah orang tua akan sangat sayang menyayangimu,” tambahnya.
Dalam amanatnya, Tri Rahayu, S.Pd. mengajak seluruh peserta didik untuk senantiasa menjaga lisan dan mengedepankan sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa tutur kata yang baik merupakan cerminan karakter yang harus dimiliki setiap pelajar. Selain itu, beliau mengingatkan agar seluruh siswa berhati-hati dalam berbicara, menghormati guru, teman, maupun orang lain, serta membiasakan penggunaan bahasa yang santun di lingkungan sekolah.
Untuk itu Tri Rahayu meminta sebagai anak sekolah, murid-murid kelas X-XII berlomba-lomba menjadi anak yang baik diantaranya menjunjung tinggi etika. ”Anak sekolah adalah anak yang terdidik. Maka kalian harus mencerminkan anak yang beradab, anak yang mengerti sopan santun, dan bisa menjadi teladan yang baik di lingkungannya, berhati-hati dalam berbicara, menghormati guru, teman, maupun orang lain, serta membiasakan penggunaan bahasa yang santun di lingkungan sekolah, ” pintanya.
Pada kesempatan tersebut, pembina upacara memberikan apresisasi kepada murid kelas XI F 01 yang telah menjadi petugas upacara bendera dengan baik dan murid-murid kelas lainnya secara tertib dan khitmad sebagai peserta upacara.
Upacara bendera berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar hingga selesai. Pesan pembina upacara menjadi pengingat bagi seluruh murid untuk terus menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku yang mencerminkan karakter pelajar yang berakhlak mulia.




