Kudus, SalokuNews. Tiga pilar utama deep learning (pembelajaran mendalam) harus dipahami dan diterapkan dengan benar oleh guru. Tujuannya agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang berpusat pada murid, berkesadaran penuh, dan jauh dari sekadar menghafal.

Demikian paparan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Budi Santosa, S.Pd., M.Pd, M.Si dalam In House Training (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027 SMA Negeri 1 Jekulo di ruang Multimedia, Kamis (1/7/2026). Kegiatan yang diikuti semua guru  SMA Negeri 1 Jekulo bertema Mewujudkan SMA mantap, berintegritas, aman, dan nyaman menuju Indonesia Asri berlangsung sukses.

Menurut Budi Santosa, tiga pilar utama Deep Learning tersebut meliputi: 1. Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran) artinya proses pembelajaran dilakukan dengan penuh kesadaran dan fokus. Murid diajak untuk mengenali tujuan belajar, menyadari apa yang sedang dipelajari, serta memahami minat, gaya belajar, dan kesiapan emosional mereka; 2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) yaitu pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman, kehidupan nyata, dan pengetahuan yang sudah dimiliki murid sebelumnya. Hal ini memastikan bahwa ilmu yang didapat terasa relevan dan memiliki kegunaan langsung bagi masa depan mereka; 3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan) adalah  suasana belajar yang menyenangkan, memotivasi, dan bebas dari tekanan. Pembelajaran dikemas secara interaktif dan berpusat pada murid sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat.

 

Sebenarnya tiga pilar utama pembelajaran mendalam sudah lama dilaksanakan guru. Pengalaman pribadi Budi Santosa ketika  menjadi guru sudah menerapkan Deep Learning. Diantara materi yang diajarkan adalah mengenai sungai.  Murid-murid sangat antuas belajar melaksanakan pembelajaran karena mengetahui manfaatnya. Mereka aktif dan kreatif mengerjakan tugas dari guru sehingga tercapai tujuan pembelajaran. ”Tidak hanya tertawa saja saat proses belajar. Mereka  itu sadar untuk apa mereka belajar materi itu,” jelas Budi Santosa.

Untuk itu Budi Santosa meminta agar di awal pembelajaran tahun pelajaran 2026/2027 guru harus melakukan kotrak pembelajaran dengan murid. Bentuk kontrak belajar  berupa aturan yang dibuat atas dasar kesepakatan antara guru dan murid. Karenanya kontrak belajar dapat menjadi cara yang sederhana namun efektif untuk mendorong keterlibatan dan keberhasilan yang lebih besar di dalam kelas.

Kontrak pembalajaran imemiliki banyak manfaat antara lain memberikan ekspektasi, jadwal, dan tujuan yang jelas kepada siswa. Selain itu, melatih sikap dan kedisiplinan siswa,  menerapkan keadilan.dan transparansi di kelas. Murid lebih mampu memahami tujuan keseluruhan dan menyelaraskan kegiatan sehari-hari mereka dengan tujuan tersebut

Dalam proses pembalajaran lanjut Budi Santosa, guru juga harus dapat menerapkan filosofi berfikir global dan bertindak lokal kepada muridnya.  Murid-murid mengenal dan memahami perkembangan zaman, teknologi dan globalisasi dengan  tetap bertindak sesuai landasan budaya yang dimilikinya. Dengan menerapkan nilai-nilai lokal mereka  mampu memahami perkembangan teknologi dan globalisasi serta mengatasi pengaruhnya.

Pada kesempatan tersebut Budi Santosa juga mengapresiasi  rencana program SMA Negeri 1 Jekulo di tahun pembelajaran 2026/2027 dalam rangka penerapan Sekolah Mantap. Murid-murid terutama yang setelah lulus sekolah tidak melanjutkan perguruan tinggi diberikan ketrampilan seperti menyetir kendaraan roda empat, potong rambut, dan online shop. Ketrampilan ringan yang dimiliki tersebut dapat langsung dipraktikkan dengan menghasilkan uang.

Waka Kurkulum SMA Negeri 1 Jekulo Susi Hermayanti , S.Pd menjelaskan bahwa rencana program tersebut sebenarnya sudah pernah dilaksanakan sekolahnya beberapa tahun sebelumnya. Tujuannya dengan memiliki ketrampilan praktis, murid-muridnya  siap menghadapi berbagai pilihan masa depannya. Sekolah Mantap membuat murid memiliki penguasaan akademik, terampil, dan produktif.

Sementara Pengawas Satuan Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Christianto Tri Cahyono, S.Pd  pada IHT hari ke-2 mereview Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)  SMA Negeri 1 Jekulo Tahun Pelajaran 2026/2027. Hasil review KSP menunjukkan bahwa  SMA Negeri 1 Jekulo sudah memiliki banyak prestasi. “Kenyataannya jauh lebih baik daripada administrasinya. Banyak prestasi yang sudah diraih,” kata Christianto

Pada kesempatan tersebut Christianto mengharapkan agar bapak ibu guru SMA Negeri 1 Jekulo meningkatkan kompetensinya. “Kita sama-sama meningkatkan kompetensi diri kita untuk menjadikan anak-anak SMA Negeri 1 Jekulo ini jauh lebih berprestasi baik akademik maupun nonakademik,” harap Christianto.

Selain itu  guru harus mampu menumbuhkan karakter mulia sebagai  bagian dari dari tekad SMA Negeri 1 Jekulo menuju Sekolah Mantap.  “Dan yang paling pokok bisa lebih menumbuhkan karakter mulia dari siswa-siswa kita. Layani  mereka dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.