
Kudus, SalokuNews – SMA Negeri 1 Jekulo menggelar kegiatan Jumat Rohani dengan membaca Surah Al-Baqarah Ayat 61-100. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) mulai pukul 07.00-selesai diikuti seluruh murid kelas X-XII, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Pembacaan Surah Al_Baqarah dipimpin guru PAI, Muhammad Nailu Syifa’, S.Pd.I.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebulan sekali pada hari Jumat minggu pertama. Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari Jumat Rohani pada Jumat (4/9/2026) dengan membaca Surah Al-Baqarah Ayat 1-60.

Semngat para murid terlihat ketika mereka bergegas dari kelas menuju lapangan indoor basket Saloku untuk melaksanakan kegiatan Jumat Rohani. Meskipun berjalan dengan cepat, mereka tetap berusaha menjaga ketertiban dan mengikuti arahan guru. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa para murid memiliki semangat dan kesiapan dalam mengikuti kegiatan Jumat Rohani sesuai dengan rencana.
Sebagian murid membawa Al-Qur’an dalam bentuk cetak, sementara yang lainnya menggunakan telepon genggam (HP) untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka yang menggunakan HP untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an, beranggapan bahwa teknologi dapat menjadi sarana guna mendukung kegiatan keagamaan. Hal terpenting adalah tetap menjaga kekhusyukan, kesopanan, dan kesungguhan selama membaca Al-Qur’an.

Mereka duduk dengan tertib dan tenang sesuai dengan kelasnya masing-masing. Para murid perempuan duduk dibagian depan, sedangkan murid laki-laki duduk di bagian belakang. Sementara wali kelas menunggui mereka.
Dengan posisi duduk yang teratur, mereka mengikuti kegiatan membaca Surat Al Baqarah. Suasana khusyuk dan penuh konsentrasi terlihat ketika para murid mengalunkan setiap bacaan ayat demi ayat. Suara mereka yang terdengar tenang dan teratur, menunjukkan kesungguhan dalam membaca.

Setelah selesai membaca Surat Al-Baqarah, dilanjutkan dengan Kuliah 7 Menit yang diisi guru PAI, Ika Rosdiana Fitri, S.Pd.I. Dalam kultum singkatnya, Ika Rosdiana menjelaskan mengenai memandang Mushaf Al-Qur’an, Ka’bah, orang tua dan orang alim yang mengingatkan kita kepada Allah SWT dan memberikan kebaikan bagi hati.
Pertama, memandang Mushaf Al-Qur’an membuat kita teringat kepada Allah SWT. Al-Qur’an merupakan kitab suci dan petunjuk bagi umat Islam. Ketika melihat Mushaf Al-Qur’an, hendaknya hati kita teringat kepada Allah SWT. Karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk membaca Al-Qur’an setiap hari.

Kedua, memandang Ka’bah. Ka’bah merupakan kiblat umat Islam di seluruh dunia. Ke mana pun kita berada, ketika melaksanakan salat, kita menghadap ke arah Ka’bah. Ka’bah mengingatkan kita bahwa umat Islam memiliki satu tujuan atau persaudaraan.
Bagi orang yang pernah melihat Ka’bah secara langsung, tentu ada perasaan haru dan bahagia. Namun bagi kita yang belum pernah ke sana, jangan berkecil hati. Kita dapat terus berdoa agar suatu saat Allah SWT memberikan kesempatan untuk berkunjung ke Baitullah.

Ketiga, memandang orang tua. Orang tua sangat berjasa dalam kehidupan kita. Sejak kecil, mereka merawat, mendidik, melindungi, dan memenuhi kebutuhan kita dengan penuh kasih sayang. Karena itu, jangan pernah kita menyia-nyiakan kesempatan untuk berbakti kepada mereka. Ketika melihat wajah orang tua, hendaknya kita mengingat perjuangan dan pengorbanan mereka.
Bagi yang masih memiliki orang tua, mari kita hormati dan sayangi mereka. Berbicaralah dengan sopan, bantulah pekerjaan mereka, dan jangan membuat mereka bersedih. Sebaliknya jika mereka sudah tidak bersama kita, jangan lupa mendoakannya.

Keempat, memandang orang alim atau orang yang berilmu. Dari merekalah kita mendapatkan ilmu dan nasihat yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan. Sebagai seorang murid, kita harus memiliki sikap rendah hati dan tidak merasa paling pintar. Semakin banyak ilmu yang kita miliki, seharusnya semakin baik pula akhlaknya. Karenanya, ketika bertemu dengan guru, ustaz, atau orang yang berilmu, hendaknya kita menghormati mereka.
Ika Rosdiana berharap, semoga kita semua mendapat kemampuan untuk menjaga pandangan, membersihkan hati, mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, serta menjadi pribadi yang senantiasa dekat dengan Allah SWT.




