{"id":2861,"date":"2026-08-04T23:43:36","date_gmt":"2026-08-04T16:43:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/?p=2861"},"modified":"2026-08-05T00:17:19","modified_gmt":"2026-08-04T17:17:19","slug":"giat-parenting-kelas-x-dan-sosialisasi-program-sma-negeri-1-jekulo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/2026\/08\/04\/giat-parenting-kelas-x-dan-sosialisasi-program-sma-negeri-1-jekulo\/","title":{"rendered":"Giat Parenting Kelas X dan Sosialisasi Program SMA Negeri 1 Jekulo"},"content":{"rendered":"<p><em>Kudus, SalokuNews<\/em>. Awal tahun ajaran baru 2026\/2027, SMA Negeri 1 Jekulo melaksanakan pertemuan dengan seluruh wali murid kelas X baru di aula belakang sekolah, Jumat (24\/7\/2026). Pertemuan bertema Giat parenting kelas X dan sosialisasi program SMA Negeri 1 Jekulo, dihadiri kepala sekolah, seluruh wakil kepala sekolah, wali kelas X dan komite SMA Negeri 1 Jekulo.<\/p>\n<p>Ketua Komite SMA Negeri 1 Jekulo Samito dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengawasan anak-anak tidak hanya di sekolah. Orang tua murid memilik peran besar dalam mengawasi anak-anaknya\u00a0 diluar jam\u00a0 kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.\u00a0 Jam belajar murid dari pagi sampai sore. Setelah sore hari pembelajaran berakhir, tanggung jawab pengawasan anak-anak beralih sepenuhnya kepada orang tuanya.<\/p>\n<p>Peran orang tua di rumah selain mendampingi putra putrinya\u00a0 untuk mengerjakan tugas sekolah, juga mengatur mereka seperti membatasai waktu bermain dan penggunaan gawai atau gadget. Hal lain yang memerlukan perhatian orang tua anak adalah membangun kebiasaan positif. Etika yang baik di rumah perlu ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya.<\/p>\n<p>Karena lingkungan di luar rumah sangat besar pengaruhnya terhadap etika pergaulan anak-anak. Kehadiran cafe yang menjamur di Kudus mempengaruhi pergaulan anak-anak untuk pulang ke rumah larut malam.\u00a0 \u201dBapak ibu selalu mengingatkan putra putrinya untuk membatasi\u00a0 jam keluar malam. Awasi pergaulan dan pengaruh dari luar,\u201d tandas Samito.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2868 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Pak-Imam-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1154\" \/><\/p>\n<p>Kepala SMA Negeri 1 Jekulo Imam Subehi, S.Ag, M.S.I dalam pertemuan tersebut memperkenalkan lingkungan sekolah\u00a0 diantaranya perubahan visi sekolah, jajaran wakil kepala sekolah (Waka), dan bapak ibu wali kelas XE 01-XE 10.<\/p>\n<p>Visi baru SMA Negeri 1 Jekulo adalah SMART Saloku. SMART berarti terwujudnya murid yang Santun Berkarakter (S), Mandiri Berprestasi (M), Aktif Peduli Lingkungan (A), Ramah Teknologi (R), dan Terbuka Berwawasan Global (T). Sebelumnya visi SMA Negeri 1 Jekulo adalah Terwujudnya Pelajar Pancasila yang Berprestasi, Terampil Digital, dan Sekolah Ramah Anak.<\/p>\n<p>Demikian pula jargon SMA Negeri 1 Jekulo berubah dari \u201d<em>One Team, One Dream, One Goal<\/em> (satu tim, satu mimpi, satu tujuan) \u00a0menjadi <em>always smart be the <\/em>best (selalu berfikir cerdas agar menjadi yang terbaik).<\/p>\n<p>Harapan dari perubahan visi dan jargon tersebut dapat meningkat hasil dari misi dan tujuan SMA Negeri 1 Jekulo. Adapun misi\u00a0 SMA Negeri 1 Jekulo adalah\u00a0 (1) Membentuk peserta didik yang beriman, bartaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif; (2) Meningkatkan prestasi peserta didik di bidang akademik dan non akademik; (3) Meningkatkan keterampilan digital peserta didik; (4) Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, peduli, berbudaya lingkungan, dan menyenangkan.<\/p>\n<p>Dengan visi dan misi tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai adalah : (1) Terwujudnya peserta didik yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif; (2) Meningkatnya prestasi peserta didik di bidang akademik dan non akademik;(3) Meningkatnya keterampilan\u00a0 digital peserta didik, dan (4) Terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, peduli, berbudaya lingkungan, dan menyenangkan.<\/p>\n<p>Imam Subehi juga mengharapkan adanya kolaborasi dan kerjasama yang baik antara sekolah dengan wali murid kelas X untuk mendukung pendidikan anak-anak. \u201dBapak ibu mempercayakan putra putrinya untuk didik dengan baik. Untuk itu mohon kerjasama berkolaborasi dengan sekolah, guru untuk mendidik putra putri bapak ibu,\u201d kata Imam Subehi.<\/p>\n<p>Kerja sama dan kolaborasi antara guru dan orang tua murid\u00a0 bisa dalam bentuk\u00a0 komunikasi rutin, penyamaan tujuan belajar, dan pemantauan karakter. Kedua belah pihak saling melengkapi agar anak bisa tumbuh dengan baik di rumah dan di sekolah. \u201dBerkomunikasi dengan pihak sekolah dengan membentuk grup parenting lewat HP atau WA,\u201d jelas Imam Subehi.<\/p>\n<p>Saat ini pengawasan anak sangat diperlukan mengingat anak anak ali murid kelas termasuk generasi Z yang lekat dengan digital. Setiap hari anak-anak generasi Z\u00a0 tidak bisa lepas dari HP. Kapan pun dan dimana pun mereka selalu membawa HP. \u201d Bapak ibu mohon diawasi putra putrinya di rumah dengan bijak,\u201d pinta Imam Subehi.<\/p>\n<p>Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Jekulo Susi Hermayanti, S.Pd pada kesempatan tersebut memberikan sosialisasi program sekolahnya antara lain \u00a0memahami skill anak melalui minat dan bakat. \u00a0Untuk bisa mengetahui minat dan bakat murid kelas X \u00a0melalui pengamatan kerja sama tim, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah. Terkait hal tersebut perlunya bersinergi antara guru, murid, dan orang tua murid. \u201dNaik kelas XI ada pemilihan mapel oleh murid-murid kelas X yang harus diketahui oleh orang tua,\u201d kata Susi Hermayanti.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2870 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Bu-Susi-Pak-Wahyu.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"475\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Jekulo, Wahyu Triambodo, S.Pd menyampaikan informasi kesiswaan seperti kedisiplinan dan kesepakatan sekolah, organisasi (MPK, OSIS, pramuka, paskibra, SKI, PMR), kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Budaya sekolah \u00a0menerapkan budaya 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, \u00a0Rawat, Rajin) dan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun), Senak Anak Indonesia Hebat (SAIH) setiap hari Selasa dan Kamis, Rabu literasi yang lebih produktif, dan Giat Jumats serta \u00a0Budaya 7 Kebiasaan Anak Indonesia (bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2873 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Wali-murid-X--scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1152\" \/><\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut juga diinformasikan nama-nama murid kelas XII Tahun Pelajaran 2025\/2026 yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) dan SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudus, SalokuNews. Awal tahun ajaran baru 2026\/2027, SMA Negeri 1 Jekulo melaksanakan pertemuan dengan seluruh wali murid kelas X baru di aula belakang sekolah, Jumat (24\/7\/2026). Pertemuan bertema Giat parenting kelas X dan sosialisasi program SMA Negeri 1 Jekulo, dihadiri kepala sekolah, seluruh wakil kepala sekolah, wali kelas X dan komite SMA Negeri 1 Jekulo. Ketua Komite SMA Negeri 1 Jekulo Samito dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengawasan anak-anak tidak hanya di sekolah. Orang tua murid memilik peran besar dalam mengawasi anak-anaknya\u00a0 diluar jam\u00a0 kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.\u00a0 Jam belajar murid dari pagi sampai sore. Setelah sore hari pembelajaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2861","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2861"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2874,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2861\/revisions\/2874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}