{"id":2620,"date":"2026-07-04T15:53:25","date_gmt":"2026-07-04T08:53:25","guid":{"rendered":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/?p=2620"},"modified":"2026-07-04T19:20:49","modified_gmt":"2026-07-04T12:20:49","slug":"diseminasi-inkuiri-kolaboratif-kkpm-ppb-dan-pid-guru-sma-negeri-1-jekulo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/2026\/07\/04\/diseminasi-inkuiri-kolaboratif-kkpm-ppb-dan-pid-guru-sma-negeri-1-jekulo\/","title":{"rendered":"Guru SMA Negeri 1 Jekulo Melaksanakan Diseminasi Inkuiri Kolaboratif,  KKPM, PPB, dan PID"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left\"><em>Kudus, SalokuNews<\/em>.\u00a0 Empat guru SMA Negeri 1 Jekulo Kamis (1\/7\/2026) melaksanakan kegiatan Diseminasi kerangka kerja deep learning (KKDL), inkuiri kolaboratif, pola pikir bertumbuh (PPB), dan papan interaktif digital (PID) kepada teman sejawatnya di ruang Multimedia. Kegiatan diseminasi tersebut merupakan rangkaian <em>in house training<\/em> (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026\/ SMA Negeri 1 Jekulo\u00a0 yang berlangsung\u00a0 2 hari Rabu-Kamis (30\/6 \u2013 1\/7\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Empat guru yang melaksanakan diseminasi adalah Dewi Suryani, S.T, Eni Dwi Astuti, S.Pd., M.Pd, Maimunah, S.Kom, dan Ayu Putri Febrianti, S.Pd. Mereka melakukan diseminasi secara bergantian.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2636 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/diseminasi-IK-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1154\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Dewi Suryani memberikan diseminasi mengenai inkuiri kolaboratif (Pengelolaan dan Pemberdayaan Kelompok Kerja). Penjelasan inkuiri kolaboratif \u00a0secara komprehensif meliputi konsep, prinsip, nilai, dan tahapan siklus inkuiri kolaboratif sebagai pendekatan reflektif berbasis data. Tujuan \u00a0inkuiri kolaboratif\u00a0 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Menurut Dewi Suryani, inkuiri kolaboratif merupakan salah satu upaya optimalisasi Pengelolaan dan Pemberdayaan Kelompok Kerja (PPKK), yang mengintegrasikan pendekatan inkuiri kolaboratif sebagai sarana bagi pendidik untuk belajar bersama, menganalisis praktik pembelajaran, serta merancang strategi perbaikan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Manfaat pelatihan inkuiri kolaboratif antara lain guru mampu memahami dan menerapkan kerangka kerja pembelajaran mendalam, Guru juga mampu merancang pengalaman dan asesmen pembelajaran mendalam. Dari hasil rancangan tersebut, guru mampu menyusun dan mengimplementasikan rencana pembelajaran. Selanjutnya melakukan \u00a0refleksi atas praktik pembelajaran. Manfaat lain guru berpartisipasi aktif dalam kolaborasi inkuiri di tingkat sekolah maupun forum profesional \u00a0seperti PKG, KKG, dan MGMP.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Diseminasi Eni Dwi Astutui mengenai Pola Pikir Bertumbuh (PPB). Menurut Eni Dwi Astuti, pola pikir (mind set) merupakan kumpulan keyakinan yang akan menentukan cara seseorang melihat dan berfikir terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Pola pikir akan mendikte tindakan yang dilakukan\u00a0 serta akan menentukan hasil yang diperoleh. Pola pikir adalah fondasi dari ketrampilan\u00a0 dan alat. Pola pikir juga merupakan cara melihat dan cara berfikir saat menghadapi masalah.\u00a0 Pola pikir berperan untuk memperluas cara seseorang dalam melihat dan berfikir.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2641\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/diseminasi-PPB-1-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1154\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Ada 2 pola pikir yaitu pola pikir bertumbuh (PPB) dan pola pikir tetap (PPT). Pola Pikir Bertumbuh adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran dari pengalaman, serta melihat tantangan sebagai peluang. Dalam pembelajaran, PPB diperlukan untuk membantu murid\u00a0 menghadapi kegagalan, menumbuhkan motivasi, dan mendorong kreativitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Sementara\u00a0 itu, pola pikir tetap adalah\u00a0keyakinan bahwa kemampuan bersifat bawaan dan tidak dapat diubah. Perspektif ini membuat individu memandang keberhasilan atau kegagalan sebagai cerminan dari kemampuan bawaan, yang seringkali membatasi pertumbuhan pribadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Berbeda dengan pola pikir tetap, PPB fokus pada proses dan usaha, sedangkan PPT menganggap kemampuan tidak berubah dan lebih fokus pada hasil akhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Dalam ekosistem pembelajaran, PPB menjadi landasan mental guru\u00a0 untuk memperbaiki pembelajaran. Bagi guru, PPB merupakan landasan mental untuk aktif merefleksikan dan memperbaiki pembelajaran secara berkelanjutan, baik mandiri maupun berkelompok dalam komunitas, bersinergi dan kolaboratif mencari solusi terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">PPB dalam refleksi diri guru dan anggota komunitas menjadi landasan mentalnya untuk menumbuhkan regulasi dan pengembangan diri, serta keberterimaan program baru. Sementara dalam refleksi guru terhadap murid, guru memahami kebutuhan murid seperti memberikan interfensi atau menfasilitasi dalam pembelajaran serta memuliakan murid melalui inklusi dan diferensiasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Peran ketua kelompok\u00a0 dalam refleksi pemimpin komunitas belajar \u00a0adalah melakukan identifikasi intervensi relevan sehingga mendorong guru memiliki PPB dan menciptakan komunitas reflektif\u00a0 serta inovatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2632\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/20260701_132755-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1154\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Ayu Putri Febrianti memaparkan kerangka kerja pembelajaran mendalam (KKPM). \u00a0KKPM dalam pendidikan bertumpu pada 4 pilar utama yaitu praktik pedagogik, lingkungan belajar, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Praktik Pedagogis merupakan\u00a0strategi mengajar yang interaktif dan berpusat pada murid seperti pembelajaran berbasis masalah atau proyek yang mendorong pemikiran kritis. Guru memandu murid melalui tiga tahapan utama: memahami konsep, mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, dan melakukan refleksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Lingkungan belajar berupa integrasi ruang fisik, virtual, dan budaya kelas yang aman dan inklusif agar murid lebih aktif berpartisipasi untuk \u00a0mendukung tiga pilar utama pembelajaran mendalam: \u00a0<em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 500; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(0, 29, 53);\">mindful<\/em> (berkesadaran), <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 500; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(0, 29, 53);\">meaningful<\/em> (bermakna), dan <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 500; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(0, 29, 53);\">joyful<\/em> (menggembirakan). Tiga pilar utama pembelajaran mendalam ini menggeser fokus murid dari sekadar menghafal fakta menjadi pemahaman konseptual dan pemecahan masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Pemanfaatan digital artinya penggunaan teknologi sebagai katalisator untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual, kolaboratif, dan mudah diakses. Pendekatan ini terbukti meningkatkan motivasi murid dan kualitas hasil belajar secara signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Sedangkan kemitraan pembelajaran merupakan kolaborasi aktif yang melibatkan guru, murid, orang tua, komunitas, dan profesional untuk mendukung keberhasilan murid. \u00a0Cara Ini dapat menghubungkan teori di kelas dengan dunia nyata melalui praktisi, orang tua, atau dunia usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><em>Manfaat KKPM <\/em>\u00a0antara lain<strong> \u00a0<\/strong>menyelaraskan tujuan dengan praktik kelas, memastikan konsistensi pengajaran, mendukung evaluasi berkelanjutan, dan meningkatkan pemahaman murid \u00a0secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2634\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/diseminasi-PID-1-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1154\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Maimunah memaparkan papan interaktif digital (PID)\u00a0 atau <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);\">interactive flat panel<\/em> (IFP) adalah perangkat layar sentuh berukuran besar yang berfungsi seperti komputer, papan tulis, dan proyektor. Perangkat ini dilengkapi sistem operasi Android\/Windows, mendukung kolaborasi <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);\">multi-touch<\/em> (sentuhan ganda), dan digunakan untuk menghadirkan pembelajaran modern yang interaktif, visual, dan menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Fitur dan kelengkapan PID antara lain sentuhan interaktif, media kaya visual, aksesibilitas inklusif, dan konektvitas tanpa kabel. \u00a0Sentuhan interaktif membuat murid dan guru dapat menulis, menggambar, hingga menggeser objek langsung di layar menggunakan jari atau <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);\">stylus<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">PID \u00a0memudahkan integrasi aplikasi edukasi, video, simulasi sains (seperti simulasi tekanan dan partikel), dan <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);\">game<\/em> edukasi berbasis <em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);\">AI<\/em> (Kecerdasan Buatan). \u00a0PID juga dilengkapi aksesibilitas inklusif. \u00a0PID dilengkapi fitur yang mempermudah interaksi bagi murid \u00a0penyandang disabilitas dan \u00a0memastikan kesempatan belajar yang setara. Dengan konektivitas tanpa kabel, memungkinkan guru dan murid menampilkan layar (<em data-sfc-root=\"ep\" data-sfc-cb=\"\" data-copy-service-computed-style=\"font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);\">screen mirroring<\/em>) dari laptop, ponsel, atau tablet secara langsung ke layar utama untuk presentasi dan diskusi kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Melalui kegiatan diseminasi ini, Maiunah berharap PID tidak lagi sekadar menjadi pengganti papan tulis konvensional, melainkan katalisator dalam menciptakan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Dengan mengoptimalkan berbagai fitur interaktifnya, rekan-rekan guru dapat menyajikan materi yang lebih kontekstual, memantik daya kritis murid, dan memfasilitasi kolaborasi yang lebih aktif dan bermakna antara guru dan murid.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Maimunah berharap \u00a0diseminasi PID \u00a0ini dapat memperkuat ekosistem digital di SMA Negeri 1 Jekulo melalui semangat saling menginspirasi antar-teman sejawat. \u201dSemoga setelah ini, kita semua semakin percaya diri untuk mengeksplorasi PID bersama murid,\u201d kata Maimunah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Harapan dari eksplorasi PID antara guru dan murid membuat proses transformasi pembelajaran digital berjalan beriringan. \u00a0Murid sebagai generasi Z dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, \u00a0tidak hanya responsif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman konsep yang kokoh dan mendalam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudus, SalokuNews.\u00a0 Empat guru SMA Negeri 1 Jekulo Kamis (1\/7\/2026) melaksanakan kegiatan Diseminasi kerangka kerja deep learning (KKDL), inkuiri kolaboratif, pola pikir bertumbuh (PPB), dan papan interaktif digital (PID) kepada teman sejawatnya di ruang Multimedia. Kegiatan diseminasi tersebut merupakan rangkaian in house training (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026\/ SMA Negeri 1 Jekulo\u00a0 yang berlangsung\u00a0 2 hari Rabu-Kamis (30\/6 \u2013 1\/7\/2026). Empat guru yang melaksanakan diseminasi adalah Dewi Suryani, S.T, Eni Dwi Astuti, S.Pd., M.Pd, Maimunah, S.Kom, dan Ayu Putri Febrianti, S.Pd. Mereka melakukan diseminasi secara bergantian. Dewi Suryani memberikan diseminasi mengenai inkuiri kolaboratif (Pengelolaan dan Pemberdayaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2620"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2642,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2620\/revisions\/2642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}