{"id":2604,"date":"2026-07-04T09:50:35","date_gmt":"2026-07-04T02:50:35","guid":{"rendered":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/?p=2604"},"modified":"2026-07-04T11:34:27","modified_gmt":"2026-07-04T04:34:27","slug":"iht-h-2-sma-negeri-1-jekulo-tiga-pilar-utama-deep-learning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/2026\/07\/04\/iht-h-2-sma-negeri-1-jekulo-tiga-pilar-utama-deep-learning\/","title":{"rendered":"IHT h-2 SMA Negeri 1 Jekulo: Tiga Pilar Utama Deep Learning"},"content":{"rendered":"<p>Kudus,<em> SalokuNews<\/em>. Tiga pilar utama <em>deep learning<\/em> (pembelajaran mendalam) harus dipahami dan diterapkan dengan benar oleh guru. Tujuannya agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang berpusat pada murid, berkesadaran penuh, dan jauh dari sekadar menghafal.<\/p>\n<p>Demikian paparan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Budi Santosa, S.Pd., M.Pd, M.Si dalam <em>In House Training<\/em> (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026\/2027 SMA Negeri 1 Jekulo di ruang Multimedia, Kamis (1\/7\/2026). Kegiatan yang diikuti semua guru\u00a0 SMA Negeri 1 Jekulo bertema Mewujudkan SMA mantap, berintegritas, aman, dan nyaman menuju Indonesia Asri berlangsung sukses.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Menurut Budi Santosa, tiga pilar utama <em>Deep Learning tersebut meliputi: 1. <\/em><em>Mindful Learning<\/em> (Pembelajaran Berkesadaran) artinya proses pembelajaran dilakukan dengan penuh kesadaran dan fokus. Murid diajak untuk mengenali tujuan belajar, menyadari apa yang sedang dipelajari, serta memahami minat, gaya belajar, dan kesiapan emosional mereka; 2. <em>Meaningful Learning<\/em> (Pembelajaran Bermakna) yaitu pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman, kehidupan nyata, dan pengetahuan yang sudah dimiliki murid sebelumnya. Hal ini memastikan bahwa ilmu yang didapat terasa relevan dan memiliki kegunaan langsung bagi masa depan mereka; 3. <em>Joyful Learning<\/em> (Pembelajaran Menggembirakan) adalah \u00a0suasana belajar yang menyenangkan, memotivasi, dan bebas dari tekanan. Pembelajaran dikemas secara interaktif dan berpusat pada murid sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2612 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/iht-2-kacabdin.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebenarnya tiga pilar utama pembelajaran mendalam sudah lama dilaksanakan guru. Pengalaman pribadi Budi Santosa ketika\u00a0 menjadi guru sudah menerapkan<em> Deep Learning<\/em>. Diantara materi yang diajarkan adalah mengenai sungai. \u00a0Murid-murid sangat antuas belajar melaksanakan pembelajaran karena mengetahui manfaatnya. Mereka aktif dan kreatif mengerjakan tugas dari guru sehingga tercapai tujuan pembelajaran. \u201dTidak hanya tertawa saja saat proses belajar. Mereka \u00a0itu sadar untuk apa mereka belajar materi itu,\u201d jelas Budi Santosa.<\/p>\n<p>Untuk itu Budi Santosa meminta agar di awal pembelajaran tahun pelajaran 2026\/2027 guru harus melakukan kotrak pembelajaran dengan murid. Bentuk kontrak belajar \u00a0berupa aturan yang dibuat atas dasar kesepakatan antara guru dan murid. Karenanya kontrak belajar dapat menjadi cara yang sederhana namun efektif untuk mendorong keterlibatan dan keberhasilan yang lebih besar di dalam kelas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2616 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"572\" height=\"573\" srcset=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1.jpg 349w, https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1-70x70.jpg 70w, https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1-250x250.jpg 250w, https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1-100x100.jpg 100w, https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1-125x125.jpg 125w\" sizes=\"auto, (max-width: 572px) 100vw, 572px\" \/><\/p>\n<p>Kontrak pembalajaran imemiliki banyak manfaat antara lain memberikan ekspektasi, jadwal, dan tujuan yang jelas kepada siswa. Selain itu, melatih sikap dan kedisiplinan siswa, \u00a0menerapkan keadilan.dan transparansi di kelas. Murid lebih mampu memahami tujuan keseluruhan dan menyelaraskan kegiatan sehari-hari mereka dengan tujuan tersebut.<\/p>\n<p>Dalam proses pembalajaran lanjut Budi Santosa, guru juga harus dapat menerapkan filosofi berfikir global dan bertindak lokal kepada muridnya. \u00a0Murid-murid mengenal dan memahami perkembangan zaman, teknologi dan globalisasi dengan\u00a0 tetap bertindak sesuai landasan budaya yang dimilikinya. Dengan menerapkan nilai-nilai lokal mereka\u00a0 mampu memahami perkembangan teknologi dan globalisasi serta mengatasi pengaruhnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2618 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4.jpg\" alt=\"\" width=\"543\" height=\"561\" \/><\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut Budi Santosa juga mengapresiasi \u00a0rencana program SMA Negeri 1 Jekulo di tahun pembelajaran 2026\/2027 dalam rangka penerapan Sekolah Mantap. Murid-murid terutama yang setelah lulus sekolah tidak melanjutkan perguruan tinggi diberikan ketrampilan seperti menyetir kendaraan roda empat, potong rambut, dan <em>online shop<\/em>. Ketrampilan ringan yang dimiliki tersebut dapat langsung dipraktikkan dengan menghasilkan uang.<\/p>\n<p>Waka Kurkulum SMA Negeri 1 Jekulo Susi Hermayanti , S.Pd menjelaskan bahwa rencana program tersebut sebenarnya sudah pernah dilaksanakan sekolahnya beberapa tahun sebelumnya. Tujuannya dengan memiliki ketrampilan praktis, murid-muridnya \u00a0siap menghadapi berbagai pilihan masa depannya. Sekolah Mantap membuat murid memiliki penguasaan akademik, terampil, dan produktif.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2614 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/20260701_084616-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1154\" \/><\/p>\n<p>Sementara Pengawas Satuan Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Christianto Tri Cahyono, S.Pd\u00a0 pada IHT hari ke-2 mereview Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) \u00a0SMA Negeri 1 Jekulo Tahun Pelajaran 2026\/2027. Hasil review KSP menunjukkan bahwa \u00a0SMA Negeri 1 Jekulo sudah memiliki banyak prestasi. \u201cKenyataannya jauh lebih baik daripada administrasinya. Banyak prestasi yang sudah diraih,\u201d kata Christianto<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut Christianto mengharapkan agar bapak ibu guru SMA Negeri 1 Jekulo meningkatkan kompetensinya. \u201cKita sama-sama meningkatkan kompetensi diri kita untuk menjadikan anak-anak SMA Negeri 1 Jekulo ini jauh lebih berprestasi baik akademik maupun nonakademik,\u201d harap Christianto.<\/p>\n<p>Selain itu\u00a0 guru harus mampu menumbuhkan karakter mulia sebagai\u00a0 bagian dari dari tekad SMA Negeri 1 Jekulo menuju Sekolah Mantap.\u00a0 \u201cDan yang paling pokok bisa lebih menumbuhkan karakter mulia dari siswa-siswa kita. Layani\u00a0 mereka dengan sebaik-baiknya,\u201d tambahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudus, SalokuNews. Tiga pilar utama deep learning (pembelajaran mendalam) harus dipahami dan diterapkan dengan benar oleh guru. Tujuannya agar guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang berpusat pada murid, berkesadaran penuh, dan jauh dari sekadar menghafal. Demikian paparan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Budi Santosa, S.Pd., M.Pd, M.Si dalam In House Training (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026\/2027 SMA Negeri 1 Jekulo di ruang Multimedia, Kamis (1\/7\/2026). Kegiatan yang diikuti semua guru\u00a0 SMA Negeri 1 Jekulo bertema Mewujudkan SMA mantap, berintegritas, aman, dan nyaman menuju Indonesia Asri berlangsung sukses. Menurut Budi Santosa, tiga pilar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2609,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2604"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2619,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604\/revisions\/2619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}