{"id":2515,"date":"2026-05-15T18:58:20","date_gmt":"2026-05-15T11:58:20","guid":{"rendered":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/?p=2515"},"modified":"2026-05-15T18:59:09","modified_gmt":"2026-05-15T11:59:09","slug":"seru-murid-sman-1-jekulo-dalami-teknis-dasar-fotografi-dan-video-jurnalistik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/2026\/05\/15\/seru-murid-sman-1-jekulo-dalami-teknis-dasar-fotografi-dan-video-jurnalistik\/","title":{"rendered":"Seru Murid SMAN 1 Jekulo Dalami Teknis Dasar Fotografi dan Video Jurnalistik"},"content":{"rendered":"<p><em>Kudus, SalokuNews<\/em>. Pelatihan Dasar Jurnalistik \u00a0SMA Negeri 1 Jekulo hari kedua Sabtu (9\/5\/2026) tidak kalah seru dengan hari pertama. Peserta pelatihan dari murid kelas X dan XI\u00a0 sangat antusias mendalami teknis dasar fotografi dan video dalam jurnalitik yang disampaikan narasumber Amrul Hidayat.<\/p>\n<p>Kegiatan bertema Merekam realita lewat lensa, menyalin makna \u00a0lewat pena mengenai foto dan video. Pada \u00a0sesi materi di pagi hari, Amrul membuka diskusi dengan membandingkan antara tujuan, alat atau editing. Menurut Amrul dalam kegiatan foto dan video, tujuan lebih penting karena sebuah foto atau video dalam dunia jurnalistik sejatinya adalah sebuah makna. Hal ini terkait dengan \u00a0pesan akhir dari sebuah karya visual, harus mampu terus diingat oleh pembaca. Karena visual merupakan cara\u00a0 untuk menyampaikan kebenaran informasi.<\/p>\n<p>Untuk menciptakan pesan visual yang kuat, para peserta pelatihan diajarkan mengenai komponen kamera seperti Segitiga Eksposur (ISO untuk kecerahan\/noise, shutter speed untuk kontrol waktu\/cahaya, dan aperture). Teknik yang dipelajari terdiri dari freeze motion untuk ketajaman objek \u00a0dan \u00a0motion blur atau bokeh untuk kesan kecepatan.<\/p>\n<p>Dari sisi komposisi, peserta mendalami teknik leading lines, natural framing, dimensi gambar (foreground, middle, background), serta aturan Rule of Thirds guna memperkuat fokus dan makna objek.<\/p>\n<p>Peserta juga diajarkan\u00a0 memilih sudut pandang (angle) sesuai kebutuhan narasi, mulai dari wide (keluasan), low angle (dominasi), eye level (netral), hingga dutch angle (kekacauan).<\/p>\n<p>Untuk lebih memahami foto dan video dalam jurnalistik, peserta melakukan praktik \u00a0keduanya. \u00a0Mereka menfoto, pembuatan video tema cinematic, drama, atau wawancara berita. Pada sesi ini peserta langsung menerapkan teknik khusus seperti cowboy angle dan Over the Shoulder (OTS) guna menghasilkan karya yang estetis sekaligus tajam secara jurnalistik. Hasil dari video dipresentasikan di depan teman teman yang lain.<\/p>\n<p>Suasana ruangan\u00a0 menjadi ramai dengan apresiasi saat teknik-teknik seperti dutch angle atau OTS berhasil diterapkan dengan apik dalam video tersebut. Masing-masing kelompok menampilkan hasil video dengan tema yang unik dan diluar nalar.<\/p>\n<p>Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh peserta dan pemateri berkumpul, melakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut. Dengan berakhirnya sesi ini, para peserta membawa pulang keterampilan baru yang siap mereka aplikasikan dalam mengembangkan media jurnalistik di SMAN 1 Jekulo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudus, SalokuNews. Pelatihan Dasar Jurnalistik \u00a0SMA Negeri 1 Jekulo hari kedua Sabtu (9\/5\/2026) tidak kalah seru dengan hari pertama. Peserta pelatihan dari murid kelas X dan XI\u00a0 sangat antusias mendalami teknis dasar fotografi dan video dalam jurnalitik yang disampaikan narasumber Amrul Hidayat. Kegiatan bertema Merekam realita lewat lensa, menyalin makna \u00a0lewat pena mengenai foto dan video. Pada \u00a0sesi materi di pagi hari, Amrul membuka diskusi dengan membandingkan antara tujuan, alat atau editing. Menurut Amrul dalam kegiatan foto dan video, tujuan lebih penting karena sebuah foto atau video dalam dunia jurnalistik sejatinya adalah sebuah makna. Hal ini terkait dengan \u00a0pesan akhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2515","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2515"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2517,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions\/2517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}