{"id":1830,"date":"2025-08-03T05:47:00","date_gmt":"2025-08-03T04:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/?p=1830"},"modified":"2025-08-03T09:00:59","modified_gmt":"2025-08-03T08:00:59","slug":"wahyudins-pd-bekerja-untuk-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/2025\/08\/03\/wahyudins-pd-bekerja-untuk-keluarga\/","title":{"rendered":"Wahyudin,S.Pd: Bekerja untuk Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><em>Kudus<\/em>, <em>SalokuNews<\/em>. Satu Agustus 2025 menjadi tanggal bersejarah bagi Wahyudin, S,Pd, guru olah raga SMA Negeri 1 Jekulo. \u00a0Bagaimana tidak, di tanggal bulan dan tahun tersebut\u00a0 Wahyudin menerima SK SPMT di SLB Negeri Cilacap. SK yang ditunggu-tunggu sejak setahun lalu merupakan jawaban dari doa-doanya untuk bisa kembali mengajar di sekolah yang lokasinya dekat dengan keluarganya.<\/p>\n<p>\u201d<em>Alhamdulillah<\/em>, 1 Agustus 2025 surat perintah tugas turun, untuk melaksanakan tugas di sekolah baru. Saya tidak menyangka bisa berkumpul kembali dengan keluarga. <em>Ahamdulillah<\/em> \u00a0tanggal 1 Agustus\u00a0 ini bisa terealisasi bisa berkumpul dengan keluarga karena di tempat kerja baru di SLB Negeri Cilacap,\u201d kata Wahyudin dengan haru.<\/p>\n<p>Dengan rasa haru, bapak dua anak ini mengenang perjalanan karirnya menjadi guru. Kemudahan dan hambatan silih berganti\u00a0 menyelimuti perjalanannya sebagai pendidik, pekerjaan yang tidak pernah terfikirkan dalam benaknya ketika masih anak-anak. Maklum saat itu, kebanyakan orang-orang di desanya bekerja di perusahaan-perusahaan.<\/p>\n<p>Wahyudin lahir dari pasangan suami istri Bapak Sukirman dan Ibu Narti, 44 tahun yang lalu\u00a0 di Desa Karanganyar, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Dari bangku sekolah TK Pertiwi di Desa Karanganyar, Wahyudin kemudian sekolah di SDN Karanganyar dari tahun 1989-1996.\u00a0 Tahun 1997-1999 Wahyudin melanjutkan sekolah di SMPN 2 Leksono Kabupaten Wonosobo dan 2000-2003 hijrah ke Purwokerto sekolah di SMK 752.<\/p>\n<p>Lulus dari SMK 752 Purwokerto, Wahyudin mengikuti kursus elektro selama 6 bulan. Kursus tersebut sesuai dengan jurusan yang dipilih sewaktu di SMK. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan. Terbukti selesai kursus elektro, suami dari Uci Isnaeni, S.Pd ini melamar kerja di PT Sanex Agung Motor Indonesia cabang \u00a0Purwokerto dan langsung diterima dengan status uji coba training. Bekerja sebagai\u00a0 <em>quality control<\/em> (QC), Wahyudin memeriksa sepeda motor yang akan dikirim ke konsumen atau dealer sepeda motor.<\/p>\n<p>Doa keberuntungan menyertai langkah kerjanya.\u00a0 Setelah 6 bulan menjalani training, status kerja Wahyudin naik sebagai karyawan di perusahan yang sama. \u201dSetelah training 6 bulan, <em>alhamdulillah<\/em> diterima sebagai karyawan,\u00a0 dari tahun 2004 akhir dan berakhir mengundurkan diri tahun 2009,\u201d jelas Wahyudin.<\/p>\n<p>Tahun 2009 dengan pertimbangan yang matang, \u00a0Wahyudin<em> resign<\/em>\u00a0 dari pekarjaan yang telah digeluti selama 5 tahun. Alasan utamanya agar dirinya lebih fokus pada kegiatan lain yang diharapkan dapat merubah kehidupannya.<\/p>\n<p>Rupanya saat masih bekerja di PT Sanex,\u00a0 tahun 2006 Wahyudin kuliah di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta\u00a0 (UTPS) dengan mengambil jurusan pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan (PJOK). \u201dKantor saya kalau Sabtu libur. Jumat kerja hanya sampai jam 2 siang.\u00a0 Jadi ada kesempatan untuk kuliah. Karena kuliah saya PJOK, maka saya terjun <em>ya<\/em> di dunia pendidikan,\u201d papar Wahyudin.<\/p>\n<p>Alasannya mengambil jurusan PJOK karena saat itu PJOK satu-satunya jurusan di kampusnya yang ada\u00a0 di Purwokerto. \u201dWaktu itu PJOK jurusan favorit.\u00a0 Satu-satunya jurusan\u00a0 di UTPS yang ada di daerah Purwokerto,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Wahyudin bersyukur, kantor tempat kerjanya memberikan kesempatan dirinya untuk kuliah. \u201dSaat itu saya masih diberi kesepatan perusahan untuk mengikuti kegiatan belajar selama saya masih kuliah,\u201d kata Wahyudin.<\/p>\n<p>Selepas <em>resign<\/em>, Wahyudin lebih fokus pada kuliahnya agar cepat lulus. Tahun 2009 doanya terkabul, Wahyudin wisuda dengan menyandang \u00a0gelar sarjana pendidikan (S.Pd). Sebenarnya sebelum lulus kuliah, dirinya sudah menjadi guru, namun hanya sebentar. Barulah setelah lulus kuliah, dia memilih mengajar di SMK Karya Teknologi\u00a0 (Kartek) Jati Lawang di Kecamatan Jati Lawang Kabupaten Banyumas. Pertimbangan memilih SMK Kartek berdasarkan hasil musyawarah \u00a0dengan keluarga. Maklum saat itu semua lamaran kerjanya dari\u00a0 jenjang SMP, MTs, SMA, dan SMK diterima.<\/p>\n<p>Ketika tahun 2021 pemerintah mengadakan seleksi penerimaan PPPK\u00a0 jabatan fungsional guru, Wahyudin mengikuti tes tersebut. Lagi-lagi dewa keberuntungan berpihak padanya. Wahyudin lolos seleksi tesebut dengan status P1. Namun sekolah yang dituju ternyata sudah diisi oleh guru PPPK lainnya. Barulah tahun 2024, dirinya mendapat tempat mengajar\u00a0 di SMA Negeri 1 Jekulo. Setelah kepastian mendapatkan tempat mengajar, Wahyudin mengundurkan diri dari SMK Kartek.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1835 aligncenter\" src=\"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/37.png\" alt=\"\" width=\"364\" height=\"237\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Wahyudin, S.Pd bersama bapak ibu guru SMA Negeri 1 Jekulo<\/p>\n<p>Meskipun senang karena sudah mendapatkan SK PPPK sebagai guru, penempatan dirinya mengajar di SMA Negeri 1 Jekulo per\u00a0 (1\/5\/2024) menyisakan masalah. Ternyata jarak antara tempat mengajar dengan tempat tinggalnya sangat\u00a0 jauh. Jarak Kabupaten Kudus dengan Banyumas\u00a0 sekitar\u00a0 293, 34 \u00a0km menjadi kendala utama. \u201dTidak mungkin saya mengajar,\u00a0 berangkat dari rumah di Banyumas ke tempat mengajar SMA Jekulo Kudus ini setiap hari naik motor. Jaraknya sangat jauh,\u201d aku Wahyudin.<\/p>\n<p>Perasaan senang karena mendapat tempat mengajar dan sedih lantaran jaraknya jauh dari tepat tinggalnya bercampur\u00a0 menjadi satu. Setelah berusaha, berdoa dan menunggu setahun lebih, akhirnya teralisasi. Berdasarkan kebijakan relokasi\u00a0 PPPK untuk guru yang jauh domisili, kurang jam atau tidak linier, Wahyudin akhirnya mendapat kesempatan pindah tugas \u00a0dari Kudus ke Cilacap dengan pertimbangan jarak tempat mengajar dengan tempat tinggal keluarganya\u00a0 yang cukup jauh.<\/p>\n<p>Selama 1 tahun 2 bulan (1\/2\/2024 sampai 1\/8\/2025) berstatus guru PPPK, Wahyudin terpisah kehidupannya dengan istri yang juga guru SMA Ma\u2019arif Kemranjen dan kedua anaknya Azka Sabiqul Aqli murid kelas 2 SMP dan Astalifa murid kelas 2 MIN.<\/p>\n<p>Saloku menjadi saksi atas keberadaannya selama 1 tahun 2 bulan. Dengan suara terbata-bata Wahudin mengubah suasana di ruang rapat dinas SMA Negeri 1 Jekulo yang tadinya ceria menjadi hening dan haru pilu. \u00a0Saat memberikan sambutan pelepasan dirinya di rapat tersebut pada Kamis (31\/7\/2025), Wahyudin menceritakan awal ke Saloku dengan rasa gembira bercampur sedih karena diterima menjadi ASN PPPK dan harus jauh dari keluarga.<\/p>\n<p>Bekerja dengan jauh dari keluarga, istri dan anak-anaknya menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. Dengan nada bicara yang tersendat \u2013 sendat, dari mulut Wahyudin tak mampu membendung air mata karena di\u00a0 Saloku (SMA Negeri 1 Jekulo Kudus), Wahyudin mendapat pengetahuan dan \u00a0teman baru seperti layaknya saudara.<\/p>\n<p>Pengalaman hidup jauh dari keluarga \u00a0mengajarkan Wahyudin yang hobi\u00a0 olahraga bola voli ini untuk selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada dirinya. Hal itu juga yang dipesankan kepada teman-temannya, guru dan \u00a0tenaga kependidikan (tendik) SMA Negeri 1 Jekulo yang \u00a0lokasi tempat kerja dekat dengan keluarga. \u201cKita kerja untuk siapa lagi kalau tidak untuk\u00a0 keluarga. Bagi bapak-bapak cintai istri, karena jauh dari istri tiada guna. Memang kalau kita dekat dengan istri itu rasanya biasa, tetapi kalau sudah jauh dari istri,\u00a0 baru bisa merasakan betapa pentingnya seorang istri. Maka kita harus saling mencintai, \u201cpesan Wahyudin.<\/p>\n<p>Perjalanan hidup, pesan dan kesan dari Wahyudin mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur. Bekerja dengan \u00a0dekat keluarga adalah anugerah. Selamat Bapak Wahyudin dapat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta dan semoga sukses mengabdi di sekolah yang baru.<strong>(UT, KT)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kudus, SalokuNews. Satu Agustus 2025 menjadi tanggal bersejarah bagi Wahyudin, S,Pd, guru olah raga SMA Negeri 1 Jekulo. \u00a0Bagaimana tidak, di tanggal bulan dan tahun tersebut\u00a0 Wahyudin menerima SK SPMT di SLB Negeri Cilacap. SK yang ditunggu-tunggu sejak setahun lalu merupakan jawaban dari doa-doanya untuk bisa kembali mengajar di sekolah yang lokasinya dekat dengan keluarganya. \u201dAlhamdulillah, 1 Agustus 2025 surat perintah tugas turun, untuk melaksanakan tugas di sekolah baru. Saya tidak menyangka bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Ahamdulillah \u00a0tanggal 1 Agustus\u00a0 ini bisa terealisasi bisa berkumpul dengan keluarga karena di tempat kerja baru di SLB Negeri Cilacap,\u201d kata Wahyudin dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1839,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1830"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1848,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions\/1848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sma1jekulo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}