Kudus, SalokuNews. SMA Negeri 1 Jekulo Kudus menyelenggarakan pengajian dalam peringatan Isra Mikraj tahun 2026  di lapangan indoor basket, Kamis (22/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan dengan tema Peningkatan karakter kedisiplinan melalui salat 5 waktu diikuti  murid kelas X-XII dan seluruh tenaga kependidikan serta  pendidik SMA Negeri 1 Jekulo.

Sejak pukul 07.30 WIB, keluarga besar SMA Negeri 1 Jekulo sudah berkumpul rapi dalam balutan busana muslim seragam. Bapak-bapak guru tampak gagah mengenakan sarung, atasan hitam, dan peci. Ibu-ibu guru anggun dengan gamis hitam dan jilbab pink. Sementara murid-murid mengenakan koko putih, sarung, dan peci, serta siswi dalam gamis hitam dengan jilbab coklat susu. Mereka semua hadir untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pembawa acara Awwalina Zulfa dan Dyan Aprilia Rahayu memandu kegiatantersebut dengan lancar. Lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an dari Adinda Adeliya Putri. Kemudian pembacaan tahlil yang dipimpin Muhammad Nailu Syifa, S.Pd.I. Sambutan dari Dhobith Akhbar Jilani sebagai Ketua Panitia dan Wahyu Triambodo, S.Pd mewakili Kepala SMA Negeri 1 Jekulo semakin menegaskan komitmen sekolah dalam membangun karakter disiplin melalui ibadah. Nuansa syahdu pun semakin terasa ketika grup rebana Ashabul Kahfi mengalunkan irama musik tersebut  sambil membacakan maulid.

Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan oleh KH. H. Kholili, S.Pd. Kholili membuka ceramah dengan kisah lengkap Isra Mikraj, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini terjadi setelah tahun kesedihan (‘am al-huzn), Nabi ditinggalkan oleh istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Isra Mikraj digambarkan sebagai ‘panggilan penghiburan’ dari Allah untuk menguatkan Rasulullah.

Kholili menggambarkan Buraq, kendaraan Nabi, dengan sangat hidup: makhluk putih bersayap, berkepala indah, dan berkaki empat. Empat kaki Buraq itu memiliki makna simbol empat tahapan spiritual menuju Allah: Syariat (menjalankan perintah seperti sholat), Tarekat (disiplin beribadah), Hakikat (mengenal hakikat kebenaran), dan Makrifat (mengenal Allah). Intinya, 4 tahapan itu saling berhubungan dan untuk sampai kepada Allah, manusia harus melalui tahapan ini dengan disiplin.

Kholili  menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj memiliki makna  ujian kesabaran untuk mendapatkan kemuliaan. Nabi Muhammad SAW  dalam satu malam  melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa  (isra), kemudian naik ke langit ke tujuh hingga Sridatul Muntaha (Mikraj) untuk menerima perintah salat 5 waktu secara langsung dari Allah SWT.

Kholili juga menegaskan bahwa meninggalkan salat 5 waktu. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, menurut Kholili, bagi masyarakat muslim perlu membangun kesadaran bahwa sholat tepat waktu merupakan pondasi hidup yang tidak bisa ditawar.

Kaitan salat dan pelajar, Kholili berpendapat bahwa belajar dan sekolah merupakan ibadah. ” sholatnya sudah disiplin, belajar juga akan disiplin,” tegasnya. Seorang pelajar sukses, menurutnya, harus rapi, disiplin, teliti, cerdas, senang pada ilmu, punya guru yang membimbing, membawa bekal yang cukup. Dan yang terpenting membawa bekal sabar yang luas dalam menempuh perjalanan belajar yang penuh rintangan,’ papar Kholili.

Sementara Koordinator Seksi Kerohanian  Islam SMA Negeri 1 Jekulo , Ika Rosdiana Fitri, S.Pd menjelaskan bahwa pemilihan tema penguatan pendidikan karakter kedisplinan melalui salat 5 waktu merupakan penerapan dari pembelajaran pendalam. Sesuai instruksi kemendikbud bahwa kedispinan menjadi salah satu karakter  dalam kurikulum pendidikan  saat ini.

Tujuan dari pengambilan tema tersebut dengan harapan kedisiplinan murid dan seluruh warga SMA Negeri 1 Jekulo akan meningkat.

Dalam pendidikan agama Islam (PAI),  karakter  disiplin melaksanakan salata wajib 5 waktu menjadi fondasi atau dasar dalam melaksanakan berbagai aktvitias. ”Kalau salat 5 waktu tepat waktunya, maka otomatis kegiatan lainnya yang dilakukan  juga ikut disiplin. Salat itu tiang agama. Karena salatnya disiplin, maka yang lain juga ikut disiplin,” jelas Ika

Ibarat rumah, kalau tiang-tiang penyangga dari bangunannya kuat, maka bangunan rumah itu sendiri juga akan kokoh dan kuat. Dalam melaksanakan salat wajib 5 waktu,  maka ketepatanwaktu melakukan kegiatan tersebut  itulah yang menjadi harapan. Inilah karakter disiplin yang diperlukan. Jika salat 5 waktu bisa dilakukan sesuai waktunya, maka yang bersangkutan juga akan  dapat melakukan kegiatan lainnya.

Sejauh ini menurut guru  Ika yang mengampu mata pelajaran PAI, murid-murid  SMA Negeri 1 Jekulo sudah melaksanakan salat dhuhur dan ashar secara berjamaah. Hanya saja belum 100 persen.  Karena itu Ika berharap  peringatan Isra Mikraj tahun ini dapat menambah ketakwaan murid untuk lebih dapat melaksanakan salat berjamaah tersebut hingga 100 persen. ”Semoga anak-anak dapat melakasanakan salat 5 waktu dengan tepat waktunya,” harapan Ika.

Ika juga menilai panitia dalam mempersiapkan kegiatan ini sudah bagus. Acara yang dimulai pukul 08.00, saat pukul 07.200 sudah tertata rapi semua.

Ika berharap setelah kegiatan ini,  semua murid  dan seluruh warga SMA Negeri 1 Jekulo  mengisi mushala dalam melaksanakan salat dhuhur dan ashar. ” Setelah ini  semua warga sekolah .mengisi mushola dengan  berjamaah dan duhur dan ashar,” pinta Ika dengan penuh harap.

Peningkatan karakter disiplin juga diterapkan terhadap murid yang beragama non Islam. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bimbingan guru Pendidikan Agama Kristen. ”Jadi semua murid di SMA  Negeri Jekulo mendapatkan peningkatan karakter disiplin melalui serangkaian  kegiatan sesuai agamanya,” tambah Ika.

Harapan yang sama juga dikemukakan  Wahyu Priambodo, S.Pd. Mewakili Kepala SMA Negeri 1 Jekulo Dr. Wiyarso, S.Pd, M.M, Wahyu berharap agar semua murid SMA Negeri 1 Jekulo dapat mengambi hikmah dari kegiatan peringatan Isra Mikraj ini. ”Semoga semua anak-anak dapat mengambil hikmahnya. Peristiwa Isra Mijraj adalah contoh kedisiplinan. Dapat melaksanakan salat dengan tepat waktu,” harap Wahyu.

Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Jekulo juga mengucapkan teriam kasih kepada semua panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan peringatan Isro Mikroj ini.

Usai acara, ketua panitia membagikan refleksinya. “Alhamdulillah acara berjalan khidmat, tapi ke depannya semoga bisa lebih dipersiapkan dengan matang agar lebih rapi lagi,” ujar Dhobith.

Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi diantaraya hujan yang membuat lapangan basah dan sempat mati lampu saat malam persiapan. Meski demikian Dhobith mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh panitia, guru pembina, dan  semua murid yang telah hadir dengan tertib dan khidmat. “Partisipasi kalianlah yang membuat acara ini hidup dan bermakna,” katanya.

Penutupan acara ini dengan doa telah memberikan pesan yang jelas bahwa disiplin sholat adalah fondasi utama untuk meraih kesuksesan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan. Semoga nilai-nilai yang disampaikan dapat terus diterapkan dalam keseharian seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Jekulo.