
Kudus, Saloku News – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat/ Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MPR/DPR RI), Dr. H. Musthofa, S E, M. M, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ruang Multimedia SMA Negeri 1 Jekulo (Saloku) pada Sabtu (26/9/2026) pukul 09.00-12.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai empat pilar kebengsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada murid-murid Saloku, generasi penerus bangsa di era globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Acara yang dihadiri ratusan murid dan jajaran guru SMA Negeri 1 Jekulo berlangsung sukses dan meriah.
Sosialisasi kebangsaan ini diikuti murid-murid kelas XI F 8-XI F10 usai mereka melaksanakan Kuliah Pagi dengan ustazah Ika Rosdiana Fitri, S,Pd.I, paskibra, basket, dan OSN. Guru yang hadir diacara tersebut Waka Sarpras Harun, S.Pd., Waka Kurikulum Susi Hermayanti, S.Pd., Waka Kesiswaan Wahyu Triambodo, S.Pd., Staf Kesiswaan Ika Rosdiana Fitri, S.Pd.I, dan Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik Kustiyani, S, Pd.
Kedatangan wakil rakyat tersebut disambut hangat oleh keluarga besar Saloku. Saat melangkahkan kaki memasuki Ruang Multimedia, Musthofa mendapat sambutan meriah dari murid-murid. Mereka secara kompak dan bersemangat menyuarakan yel-yel menyambut mantan bupati Kudus. “Siapa kita?. Generasi penerus bangsa. Siapa tamu kita? Bapak Haji Mustofa. Apa salam kita? Selamat datang. Serap aspirasi. Bangun negeri. Saloku? Always Smart be The Best”.

Rangkaian acara dimulai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berlanjut pembacaan teks Pancasila oleh Safa Indah Oktaviana murid kelas XI 09. Setelah itu peserta menyimak penayangan video perjuangan Ir. Soekarno dan rekam jejak Musthofa dalam perjalanan karirnya mulai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bupati Kudus,hingga anggota MPR/DPR. Selanjutnya pembacaan doa oleh Haidar (kelas XI F09).
Dalam sambutannya, Mustofha menjelaskan empat pilar kebengsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi kunci dalam memperkuat jati diri bangsa serta membentuk karakter generasi muda. Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila bukan kesedar hafalan, melainkan nilai-nilai yang harus diresapi dan dihafalkan. Pancasila mampu menyatukan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan dalam kehidupan berbangsa. Oleh karenanya Pancasila menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar atau diganti dengan ideologi lainnya.
Sementara UUD 1945 adalah pedoman dasar hukum yang memberikan jaminan atas hak asasi manusia (HAM), mengatur susunan ketatanegaraan yang fundamental, serta mengarahkan tercapainya kemakmuran rakyat. Terkait dengan negara kesatuan RI (NKRI, menurut Musthofa, kita semua mempunyai peran untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tokoh masyarakat dan pemimpin sangat krusial dalam mengawal kedaulatan dan meredam potensi konflik.
Berkaitan dengan pilar yang ke-4 Bhinneka Tunggal Ika, Musthofa mengajak agar generasi muda mengutamakan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Berbagai perbedaan tersebut hendaknya dipandang sebagai kekuatan bangsa yang harus dirawat diantaranya melalui sikap saling menghormati. Sikap dan perilaku ini tercermin dalam kehidupan keseharian di sekolah.
Mengenai kesuksesan perjalalan karirnya, Musthofa mengaku tidak lepas dari peran orang tua. Keridaan, doa, dan restu orang tua merupakan fondasi utama yang mendatangkan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah hidup anak, baik dalam urusan keluarga, bermasyarakat, maupun karier profesional. Prinsip kepatuhan terhadap restu ini juga diterapkan dalam kehidupan politiknya. Bagi Musthofa, langkah yang diawali dengan restu tulus orang tua dan keluarga akan membawa kepemimpinan yang lebih santun, amanah, dan maslahat bagi masyarakat.
Alumni MI Khoiriyah Getas Pejaten dan MTs Mu’allimin Kudus ini berpandangan pentingnya konsep birrul walidain , berbakti kepada orang tua dalam tradisi Islam. Restu orang tua dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk sinkronisasi antara ikhtiar manusiawi anak dengan rida Allah SWT.
Sementara materi sosialisasi 4 pilar kebangsaan disampaikan secara komprehensif oleh Kepala SMA Negeri 1 Kudus Nur Afifuddin, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya Nur Afifuddin menekankan pentingnya peran pelajar sebagai benteng pertahanan moral bangsa di tengah dinamika zaman. Bagi generasi muda, merawat 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bukan lagi dengan cara lama seperti di awal kemerdekaan, melainkan melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari di era digital. Mengamalkan nilai Pancasila dalam keseharian, menjaga kerukunan dalam pergaulan, bermanfaat bagi orang lain merupakan contoh-contoh penerapan sikap dan perilaku merawat kebangsaan. Hal itu dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain.
Waka Sarpras Harun, S.Pd mewakili Kepala SMA Negeri 1 Jekulo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran MPR RI yang berinteraksi langsung dengan murid-muridnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk murid-murid Saloku sebagai generasi penerus yang belum mengetahui banyak mengenai wawasan kebangsaan. Mereka masih minim penguasaan dan penerapan materi 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu menurut Harun, kahadiran Mustofha yang berinteraksi langsung dengan murid-murid Saloku untuk mengetahui lebih dekat sosok bupati Kudus periode 2008–2013 dan 2013–2018. Saat awal Musthofa menjadi Bupati Kudus, murid-muridnya belum lahir. Karena itu Harun berharap interaksi dengan tokoh politik ini menjadi momen yang baik bagi murid-murid Saloku untuk mendapatkan ilmu mengenai wawasan kebangsaan dan kunci sukses perjalanan karir hingga menjadi orang nomor satu di Kabupaten Kudus. Hal ini sangat bermanfaat bagi murid Saloku sebagai Generasi Z yang hidup di tengah era globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital.
Suasana semakin interaktif pada sesi dialog dan tanya jawab. Para siswa menunjukkan daya kritis mereka dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar solusi permasalahan bangsa yang dikaitkan dengan implementasi 4 Pilar Kebangsaan. Anggota MPR/DPR yang akrab disapa Kang Musthofa ini mengapresiasi keberanian para murid tersebut dengan memberikan hadiah langsung.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama tiga jam ini diakhiri dengan sesi foto bersama. Kehadiran Anggota MPR RI ini diharapkan mampu memberikan dorongan motivasi serta penanaman karakter bagi murid-murid SMA Negeri 1 Jekulo dalam meraih masa depan yang cemerlang.



