Kudus, SalokuNews. SMA Negeri 1 Jekulo bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Nurusyifa, Kamis (24/9/2026) menggelar kegiatan sosialisasi palang merah remaja (PMR) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi murid-muridnya. Acara  yang berlangsung di  ruang Multimedia dan  Laboratorium Kimia berjalan lancar dan penuh antusiasme.

​Sesi sosialisasi PMR khusus diperuntukkan bagi anggota PMR  SMA Negeri 1 Jekulo. Kegiatan ini menempati  ruang Multimedia. Sosialisasi PMR berlangsung tenang dan kondusif.

Narasumber dalam acara tersebut dr. Dikda dan dr. Nabila. Keduanya memberikan pembelakan materi mengenai penanganan pendarahan, pertolongan pertama pada mimisan, indikasi patah tulang, hingga cara menangani korban tidak sadarkan diri.

​Sesi sosialisasi diperjelas dengan peragaan praktikum secara langsung. Pada materi pembidaian area patah tulang, praktik dibawakan oleh Fatkhur Rozaq, murid kelas XII F06 dan Axel Eka Permana kelas XII F08. Sementara untuk pertolongan korban tidak sadarkan diri, dilakukan praktik pijat jantung oleh Zidna Rahadatul ‘Aisy kelas XI F07 bersama seorang murid laki-laki.

Di sela-sela  peragaan pijat jantung, narasumber menyampaikan fakta menarik mengenai tempo irama pijat jantung.  Sebenarnya tempo irama yang tepat saat melakukan pijat jantung ternyata sama dengan tempo irama lagu “Baby Shark”.

​Sementara itu, program pemeriksaan kesehatan gratis yang menempati ruang laboratorium kimia, khusus untuk  seluruh murid kelas X. Mereka menjalani alur pemeriksaan secara berurutan. Pemeriksaan ini dimulai dari pengecekan tekanan darah, dilanjutkan pemeriksaan gigi dan telinga, pengambilan sampel darah untuk mendeteksi potensi anemia dan diabetes, serta diakhiri dengan pengecekan mata.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, rata-rata tekanan darah murid kelas X berada di angka normal 130/80 mmHg, dan hasil tes sampel darah untuk anemia maupun diabetes seluruhnya dinyatakan normal. Untuk pemeriksaan gigi, ditemukan cukup banyak murid yang mengalami karies. Sementara pada pemeriksaan mata, beberapa murid diketahui sudah pernah memeriksakan diri sebelumnya, tetapi ada juga beberapa murid yang baru terdeteksi memiliki gangguan penglihatan saat pelaksanaan skrining  ini.