
Kudus, SalokuNews. SMA Negeri 1 Jekulo selama dua hari, Selasa-Rabu (30/6/2026) – (1/7/2026) melaksanakan kegiatan in house training (IHT) Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang diikuti semua guru SMA Negeri 1 Jekulo bertema Mewujudkan SMA mantap, berintegritas, aman, dan nyaman menuju Indonesia Asri) berlangsung lancar dan sukses.
Kepala SMA Negeri 1 Jekulo Imam Subehi, S.Ag., M.S.I dalam sambutan pembukaan IHT menjelaskan bahwa asesmen memiliki arti, fungsi, dan manfaat yang besar bagi pendidikan. ” Asesmen yang kita lakukan bisa saja sekedar memberikan soal kepada murid dan kemudian menilai,” kata Imam.

Kegiatan tersebut maish jauh dari gambaran asesmen yang sesungguhnya. Karenanya Imam berharap IHT tersebut dapat mengubah pola pikir guru-guru SMA negeri 1 Jekulo ke pola pikir yang benar sekaligus dapat menerapkannya. ”Tujuan apa, metode apa dan yang kekinian, terbarukan dari asesmen,” jelasnya.
Imam berharap IHT ini dapat diikuti dengan baik guru-guru di lingkungan sekolahanya.”Mohon diikuti penjelasan narasumber Bu Melati. Mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar bagi bapak ibu semua. Mari bedah asesmen demi mutu pendidikan kita,” papar Imam.
Hari pertama IHT mengenai Asesmen disampaikan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Melati Indri Hapsarai, M.Kes. Dosen PG PAUD Univet Jawa Tengah menjelaskan asesmen secara mendalam, mulai pengertian, tujuan, bentuk-bentuk, prinsip sampai pendekatan pengembangan KKTP.
Menurut dosen PG PAUD Univet Jawa Tengah, asesmen merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar. Asesmen sebagai understanding evidence menjadi salah satu bukti atau informasi untuk memahami proses pembelajaran yang akan, sedang dan telah dilaksanakan.
Oleh karena asesmen merupakan aktivitas terintegrasi yang autentik, holistik, dan dirancang untuk memetakan perkembangan peserta didik jelas Malati, maka asesmen bukan sekedar evaluasi akhir. Pemahaman ini menggungurkan anggapan bahwa asesmen hanyalah nilai angka. Semakin tinggi nilainya dianggap semakin tinggi kepandaiannya.

Asesmen juga dapat dipakai oleh guru untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan tepat waktu. Melalui asesmen formatif, umpan balik yang diberikan guru dapat diketahui secara spesifik seperti kekuatan atau kelemahan murid dan langkah perbaikan apa yang harus diambil guru termasuk startegi pembelajaran yang tepat untuk tercapai tujuan pembelajaran.
IHT hari pertama berlangsung seru. Peserta dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok 1 diskusi mengenai pengertian dan bentuk-bentuk asesmen. Kelompok 2 tujuan asesmen. Kelompok 3 prinsip asesmen. Kelompok 4 tiga fungsi asesmen, dan Kelompok 5 pendekatan pengembangan KKTP.

Setelah berdikusi dan menulis hasilnya di lembar kertas yang sudah disiapkan, mereka diminta maj ke depan dan presentasi. . Setiap 3 orang dari masing-masing kelompok melaksanakan presentasi. Tak lupa tanggapan dari kelompok lain dan narasumber ikut mewarnai kegiatan presentasi. Hasilnya bapak ibu guru bertambah pemahamannya mengenai asesmen.




