Kudus, SalokuNews– Murid kelas X dan XI SMAN 1 Jekulo sangat antusias mengikuti Pelatihan Dasar Jurnalistik (PDJ) 2026 di ruang Multimedia sekolah selama dua hari Jumat-Sabtu (8-9/5/2026). Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja  ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 1 Jekulo tahun pelajaran 2025/2026 bertujuan membekali anggota ekstrakurikuler jurnalistik dan murid lainnya dengan keterampilan dasar menulis, menfoto dan video.

Kegiatan bertema Merekam realita lewat lensa, menyalin makna lewat pena berlangsung seru. Hari pertama Jumat (8/5/2026) menghadirkan narasumber Siti Islamiyah, S.Pd. Sementara hari kedua Sabtu (9/5/2026) dengan narasumber Amsul Hidayat.

Terlihat dari peserta yang kompak mengenakan seragam pramuka dan antusias mengikuti setiap sesi. Sejak pukul 08.30 WIB, para peserta mulai berdatangan untuk registrasi dan menikmati makan snack pagi. Mereka berasal dari ekstrakurikuler Jurnalistik, berbagai ekstrakurikuler lain, dan siswa umum SMAN 1 Jekulo.

Acara dibuka dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Plh. Kepala SMAN 1 Jekulo Harun, S.Pd dalam sambutannya menekankan pentingnya reporter  memiliki jiwa jurnalis dan kemampuan menulis di era digital. Keduanya akan menjadikan reporter handal sesuai dengan tuntutan jaman.

Untuk bisa sampai ke tujuan tersebut menurut Harun memang tidak mudah. Oleh karenanya SMA 1 Jekulo memfasilitasi dengan adanya ekstrakurikuler jurnalistik. Pelatihan dasar jurnalistik yang merupakan salah satu program kerja eksktrajurnalistik merupakan langkah nyata dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Untuk itu Waka Humas SMAN 1 Jekulo ini berpesan agar para peserta menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber. ”Ibaratnya narasumber diperas semua ilmunya,” kata Harun.

Namun Harun meningatkaan bahwa pengetahuann teori jurnalistik tidak cukup menjadi bekal untuk murid-murid yang ingin mendalami jurnalistik. Karena pengetahuan teori itu hanya 50 persen. Selebihnya praktik langsung di masyarakat. ”Praktik di lapangan itu sangat penting,” tandasnya.

Sementara  Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 1 Jekulo Kustiyani, S.Pd menjelaskan tema Merekam Realita Lewat Lensa Menyalin Makna Lewat Pena merupakan penyatuan dari visual dan tulisan untuk menyampaikan sebuah cerita yang utuh. Apabila foto atau video memberikan bukti, maka tulisan menjelaskan makna, emosi, dan konteks di balik peristiwa tersebut.

Tentunya  pelatihan dasar jurnalistik bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis meliput, menulis, dan menyunting berita, foto, video secara akurat, objektif, dan etis sesuai kaidah jurnalistik. Selain itu pelatihan tersebut juga  pembangun kemampuan berpikir kritis. Melatih peserta untuk membedakan fakta dan opini, serta peka terhadap lingkungan. Tujuan lain membekali kemampuan penyajian informasi di berbagai platform, baik media cetak, elektronik, maupun digital serta mendorong budaya literasi dan mencetak generasi muda yang kritis serta informatif.

Karenanya pengampu mata pelajaran Sejarah ini berpesan agar para peserta menggunakan kesempatan tersebut dengan baik. ”Adik-adik peserta pelatihan, gunakan  kesempatan ini sebaik-baiknya. Ikuti pelatihan inidengan senang dan hati gembira supaya merasakan manfaatnya,” pintanya.

Narasumber Siti Islamiyati memaparkan materi mengenai berbagai tulisan dalam jurnalistik. Dengan gaya lugas dan mudah dipahami, reporter di zonanews.id ini mengenalkan berbagai jenis berita seperti straight news, deep news, opini, hingga feature, lengkap dengan cara penulisannya. Perempuan yag akrab disapa Mia juga memperkenalkan beragam media yang ada di Kabupaten Kudus agar peserta lebih mengenal lanskap jurnalistik lokal.

Di akhir sesi, reporter muda asal Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus menyampaikan pesan motivasi yang menggetarkan ruangan. “Jadilah inspirasi, setidaknya untuk dirimu sendiri, meskipun orang lain menatap remeh. Balas dendam terbaik adalah dengan membuat mereka dengki atas karya-karyamu,” ujar pemateri itu dengan mantap.

Selepas makan siang, sholat, dan istirahat, kegiatan berlanjut ke sesi praktik menulis straight news.  Mia meminta setiap peserta membuat berita langsung berdasarkan simulasi yang diberikan. Setelah tulisan selesai, Mia mengoreksi satu per satu, menunjukkan kesalahan dan memberikan masukan dengan sabar.

Banyak pelajaran berharga yang didapat dari sesi koreksi ini. Hari pertama ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Mia. Seluruh peserta dan panitia lalu berfoto bersama sebelum akhirnya pulang dengan ilmu baru dan semangat baru.