Kudus, SalokuNews. SMA Negeri 1 Jekulo berharap di bulan September 2025, murid-murid sekolahnya menjadi siswa yang cerdas, imajinatif, dan aktual. Harapan tersebut sesuai dengan makna bulan September yang populer dengan sebutan September ceria. “Jika bulan Agustus temanya adalah perjuangan. Saat ini kita mengambil tema September ceria. Ceria tersebut merupakan harapan SMA Negeri 1 Jekulo untuk menjadi siswa yang cerdas,  imajinatif, dan aktual,” ujar Waka Sarpras Mansyur Artha Qomaruddi, S.Pd dalam sambutan pembina Upacara Bendera Senin (8/9/2025) di lapangan SMA Negeri 1 Jekulo.

Siswa yang cerdas lanjut Mansyur, memiliki makna siswa tersebut tidak hanya sekedar pintar mengetahui sesuatu hal, tetapi mengetahui bagaimana mendapatkan suatu pengetahuan. Makna cerdas ini sama seperti halnya dalam pembelajaran mendalam atau deep learning. “Bagaimana kita mempelajari berbagai pemahaman, konsep untuk didisturisasi menjadi suatu baru dan dapat diaplikasikan,” lanjut Mansyur.

Siswa yang imajinatif  artinya mereka berimajiansi memiliki kekuatan yang luar biasa seperti superhero, superman, he-man, hulk, dan goku. Pada saat mereka berimajinasi akan muncul keinginannya menjadi sesuatu yang  lebih baik, berkarakter, dan memiliki tujuan. Keadaan tersebut akan memunculkan kebahagiaan tersendiri bagi siswa. Dalam imajinatif tersebut, mereka mempunyai gambaran tertentu yang baik. Kalau keadaan siswa tersebut diterapkan dalam pembelajaran di kelas dan sekolah, maka akan menjadikan pembelajaran yang menggembirakan.

Upacara bendera di SMA Negeri 1 Jekulo Senin (8/9/2025)

Siswa yang aktual artinya generasi muda yang adaptif terhadap perubahan. Istilahnya menjadi generasi Z yang up to date. Salah satu fenomena yang baru saja berlangsung adalah gerhana bulan total yang jatuh pada Minggu malam (7/9/2025). Gerhana bulan tersebut dapat dimaknai dari berbagai aspek. Dari aspek  pengetahuan, gerhana bulan terjadi karena posisi bumi, matahari dan bulan dalam suatu garis sejajar. Pada saat gerhana ini, bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti bumi.

Gerhana bulan sebagai suatu budaya, terkait dengan cerita kakek dan nenek.  Gerhana bulan terjadi karena buto ijo makan bulan. Tentunya ini merupakan ungkapan,  bahasa Jawa disebut sanepan yang memiliki makna simbolis diantaranya gerhana bulan dianggap sebagai pertanda bahaya bagi ibu hamil dan bayinya. Mitos ini kemudian memunculkan berbagai ritual untuk melindungi ibu hamil dan bayinya seperti tradisi liwetan, menabuh kentongan/lumpang, menggigit kereweng, dan memoles  perut ibu hamil dengan abu.

Gerhana bulan dalam pendidikan agama dapat dipahami sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa melalui salat gerhana, dikir, dan aktivitas keagamaan lainnya. Sementara dari ilmu bahasa Indonesia, gerhana bulan dapat menjadi materi dalam  puisi, pantun, atau karangan deskriptif.  Suasana yang tadinya hening menjadi ramai saat Mansyur membacakan puisi memaknai gerhana bulan.

Tak lupa Mansyur mengucapkan terima kasih kepada murid -murid kelas XI F04 yang sudah menjalankan tugas sebagai petugas upacara dengan baik.  Ucapan terima kasih juga ditujuka kepada semua siswa kelas X, XI, XII yang sudah melakukan berbagai inovasi berkaitan perawatan sarana dan prasara sekolah. “Ada yang merawat tanaman, mengecat dinding belakang kelas,  memplitur meja kursi,” tambahnya.

Mansyur berharap, berbagai inovasi yangg mereka lakukan akan memunculkan rasa  memiliki atau handarbeni terhadap sarana dan prasana sekolah. Karena pada dasarnya anggaran sarana dan prasana sekolah menggunakan dana BOS dan BOP  sehingga memerlukan  partisipasi dari seluruh warga SMA Negeri 1 Jekulo.

Kokurikuler sikap berdiri sempurna selama upacara

Kegiatan upacara bendera tersebut  juga menjadi kegiatan kokurikuler 7 kebiasaan Anak Indonesia hebat (KAIH) tema Bermasyarakat. Dimensi dan aktivitasnya penilaiannya adalah bernalar kritis dalam sikap berdiri sempurna selama upacara bendera . Kegiatan ini didampingi oleh bapak ibu guru yang bertugas sebagai koordinator dan fasilitator sesuai jadwalnya.

Bapak ibu guru menilai kegiatan korikuler sikap berdiri sempurna selama upacara bendera

Untuk mengetahui murid-murid dalam sikap berdiri sempurna selama upacara bendera, bapak ibu guru melakukan penilaian dengan mengamati mereka selama berlangsung pelaksanaan upacara tersebut.